Langsung ke konten utama

Cinta Dan Fitrah Manusia

Cinta Dan Fitrah Manusia

Cinta, semua orang pasti pernah merasakan yang namanya cinta. Jatuh cinta merupakan hal yang indah bagi setiap yang mecinta tetapi jatuh cinta akan menjadi cinta ketika dua hati berubah menjadi satu tidak ada aku dan kamu yang ada hanya kita. Taukah kamu jatuh cinta sebenarnya bukan cinta yang  sesunguhnya karena pada tahap ini seseorang masih berada pada  ketertarikan sementara kepada yang dicintai (ketertarikan semu), kamu merasa tertarik dengan kecantikan ketampanan seseorang, kegagahan, keanggunan, dan kekayaan. Perasaan disini lebih kepada ketertarikan materialis kepada seseorang. Jatuh cinta karena sebab-sebab materialis (kecantikan, ketampanan, kegagahan, kekayaan dll) terasa menarik dalam sekejap namun, mencinta atas dasar ini sifatnya temporal atau sesaat saja yang bersifat materil pastinya akan musnah dan hilang.
Cinta sejati merupakan cinta yang hadir dalam hati dan datangnya bukan dengan tiba-tiba tetapi melalui perkenalan dan pengamatan dari seluruh kegiatan mental dan spiritual simisal; sikap, kepintaran, dan akhlak. Perasaan jatuh cinta yang sesungguhnya ketika seseorang bertindak sesuai kaidah-kaidah kebenaran dan kemanusian yang sejati atau bertindak sebagai fitrahnya sebagai manusia, sebagai kewjibannya berbuat kepada tuhannya dan kepada sesamanya sehingga sikap daya yang dilakukan selalu mengarah kepada kebaikan bersama umat manusia yang termanifestasi kepada reaksi kebaikan kepada insan-insan yang lain.
Mecintai seseorang tidak bersifat meterialistik cinta memerlukan pengorbanaan, kepedulian, keikhlasan dan ketulusan dalam menjalinnya, dengan demikian seseorang tetap mecintai walupun si dicintai ini kekurangan dalam segi materi (cacat, miskin, sakit dan berubah rupa), seseorang tetap mecintai karena dalam perjalanannya cinta terdapat pengalaman emosional yang kuat  yang dimiliki bersama, masing-masing merasa saling membutuhkan dan memiliki. Setiap individu dengan individu lain hadir untuk saling mengenal satu sama lainnya sebagai makhluk ciptaan yang maha kuasa. Tidak pernah ada yang sempurna untuk dijadikan objek untuk mecinta selain Tuhan yang Maha esa. Bagi makhluk diciptakan berpasang-pasangan, untuk saling mengenal satu sama lain dan terdapat ketentraman dan kenyamanan dari pasanganmu dikarenakan tuhan mengetahui keinginanmu. Dengan demikian cinta yang paling sejati adalah cinta kepada Tuhan. sedangkan bagi  manusia “Kita hadir di dunia bukan untuk mencari siapa yang sempurna untuk dicintai tetapi belajar mecintai seseorang dengan cara yang sempurna”. Cinta yang sejati memberikan bangunan atau kontruksi sikap, mental dan tingkah-laku ke arah positif (Kemanusiaan, Kebenaran dan keadilan) jika didasari oleh iman dan cahaya ilahi, sebaliknya jika didasari dorongan hawa nafsu dunia setan hubungan yang dilakukan pastinya akan menyebabkan dehumanisasi, kerusakan dan penyimpangan karena sumbernya yang tidak suci.

Seseorang yang mengerti dengan cinta akan menimbang apa yang sedang dirasakannya beserta dorongan apa yang mempengaruhinya apakah nafsu semata atau komitmen suci mulia  yang terpancar dari qalbu kemanusiaanya. Sikap ini yang harus ditanamkan oleh setiap insan-insan dalam mengambil keputusan dan tindakan. Seseorang insan harus meninggalkan perasaan yang didasarkan nafsu semata, yang akan menyebabkan kerusakan, dehumanisasi atau merendahkan derajat kemanusiaan sendiri maupun orang lain. Lebih baik mulia dalam melawan nafsu dunia setan daripada menikmati kesesatan destruktif.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswa dan Penyakit Modern Mahasiswa adalah tombak perjuangan dan pergerakan dalam Masyarakat, Bangsa, maupun Negara, mereka adalah orang-orang memiliki intelektualitas yang lebih cakap daripada masyarakat awam pada umumnya. kata mahasiswa menjadi kebanggaan karena bagi kalangan akademisi yang memiliki label Ke- "maha" an, dala arti ini mahasiswa lebih dari sekedar siswa, dia adalah pribadi-pribadi yang memiliki tanggung-jawab terhadap bengsa dan negara, sebagai kekuatan perubahan dan kemajuan. seorang mahasiswa tentunya harus tenggarng rasa, peduli kondisi masyarkat  serta negara. Namun apayang terjadi jika mahasiwa sekarang mengalami penyakit modern?, yaitu penyakit acuh tak acuh terhadap kondisi masyarakat bangsa dan negara, mereka ayik dengan dunianya masing-masing menutup mata dengan kesenangan pribadi, hanya sibuk bermain hp dan gadget dan aplikasi pamungkasnya semisal instagram, bigo live, facebook dan lain2. kebradaan aplikasi ini seharusnya digunakan denga...